23 Desember 2012

Seuntai salam dari pedalaman


Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala dan sholawat tetap tercurahkan kepada baginda Muhammad Shollallahu’alaihi wassalam.
“Teruskan perjuanganmu, hai anak – anakku PII, negara kita adalah negara baru, didalamnya penuh onak dan duri, kesukaran dan tantangan banyak kita hadapi. Negara membutuhkan pengorbanan pemuda dan segenap bangsa Indonesia!” Panglima Besar Jendral Soedirman.
 Kalian sekarang yang berada di medan training. Medan suci PII kami menyebutnya. Segala bentuk perjuangan dan pengorbanan yang  tercurahkan kedalam satu asa, satu cita, izzul Islam wal muslimin. Kalian yang sekarang sedang menggerakkan manifesto empat mei. Memposisikan diri dan organisasi sebagai mata rantai perjuangan umat. Kita yang telah dilahirkan sebagai anak kandung umat Islam. Walaupun sendiri, kita tetap berdiri. Tanpa ayah dan ibu, tapi kita tetap mandiri.

Medan suci, harus dilandasi hati yang suci, tempat orang-orang yang ingin belajar untuk mengikhlaskan diri. Kurangilah canda dan tawa yang tiada guna. Namun hiasilah medan pertemperuan itu dengan pesona senyum yang merona. Tak usah kalian merasa bahwa kalian mampu mengolah dan merubah semuanya. Yang kalian tangani adalah manusia yang didalamnya terkandung jiwa dan nyawa. Ada kuasa yang lebih besar dari apa yang kalian kira. Allah subhanahu wata’ala, Rob semesta alam. kepadaNya kalian harus terus ber’azam. Rob yang memiliki kuasa atas segala apa yang telah di ciptakannya yaitu manusia. Yang berhak membolak-balikkan hati. Yang berhak membuka pitu-pintu hidayah bagi manusia-manusia yang akan kalian kelola. Selalu libatkan Allah dalam urusan apapun. Ingat, selalu libatkan Allah!!.
Ruh training itu dibangun atas tiga unsur subjek, Yaitu; Instruktur, panitia, dan peserta. Ketiganya bergerak didalam satu wadah. Wadah itu bernama, KESUNGGUHAN. Artinya kesungguhan Menjadi instruktur, kesungguhan menjadi panitia, dan kesungguhan menjadi peserta. Sungguh-sungguh dalam belajar, sungguh-sungguh untuk meng-hijrahkan diri, dari yang tidak baik menjadi baik. Sungguh-sungguh dalam keikhlasan, sehingga Allah benar-benar ridho atas apa yang sedang kalian perjuangkan. Hidupkan ruh training, maka training kalian kan terasa hidup.
Training tidak hanya menjaga misi dan eksistensi PII, namun training juga menjaga misi dan eksistensi Islam sebagai Rohmatan lil ‘alamiin. Kalian yang sekarang mencetak generasi untuk ditempatkan di pos-pos sentral perjuangan. Kalian yang sekarang ada di ujung timur pulau jawa, Banyuwangi, bumi Belambangan. Kalian cari tahu apa arti belambangan  itu?. Kota dimana genangan darah menjadi hal yang lumrah. Kota dimana tali da’wah masih harus terus dirajut.
Kedepan.. kemungkinan besar, badan intelegen dari kepolisian daerah secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan akan memantau kegiatan kalian. Tapi, tak usahlah kalian khawatirkan. insyaAllah semua kan aman. Fokuslah pada kebaikan-kebaikan dan tebarkanlah kebenaran. Karena didalam kebenaran itu ada sebuah kekuatan.
Kami yang ada di pedalaman Kalimantan, merasakan getaran medan training yang sama seperti apa yang kalian rasakan sekarang. Karena disini juga dilaksanakan LBT di dua daerah dan LBTD. Mudah-mudahan kita di istiqomahkan di jalan da’wah. Marilah sama-sama memantaskan diri untuk bisa menjadi penghuni syurga.
Salam juang dari pedalaman Kalimantan
   
salam
Muxafir kelana

0 comment:

Posting Komentar