Terinspirasi dari “rumah tanpa jendela” maka muncullah keinginan untuk
melambaikan jari diatas tuts keyboard. Sembari mengisi waktu luang, adalah saat
yang tepat untuk menggambarkan rumah dimana diri ini dibesarkan.
Sebenarnya, Lebih tepatnya adalah rumah matahari. Kenapa disebut sebagai
rumah matahari? Ya.. karena setiap celah dinding dan atapnya mampu diterobos
dengan sempurna oleh sinar matahari. Saat mentari menunjukkan keperkasaannya
dari ufuk timur, cahaya kuning emas semburat indah meluncur bersama paket-paket
spectrum warna, menembus celah-celah kecil dinding yang hanya tersusun atas
anyaman bambu alakadarnya. Seolah mereka saling berkejaran saat setiap asap
jelaga putih perapian tungku bersorak sorai menyambut kedatangannya.