6 November 2014

Jalan Pernikahan (part 1)



Sajak-sajak cinta mengalir begitu derasnya, kepada insan yang menjadikan pernikahan sebagai pintu gerbang, penghantar kebahagiaan yang kekal nan penuh keberkahan. Kepada yang disana yang sedang dirundung bahagia, sebuah anugerah tiada tara dari sang Maha Kuasa. Nasihat-nasihat agung menggema, diiringi oleh do’a-do’a yang kan di amini oleh setiap makhluk yang menjadi saksi atasnya.




ini adalah sebuah kisah kami. tentang bagaimana sebuah jalan pernikahan itu bisa terjadi. aral rintangan dan juga kemudahan-kemudahan secara tak terduga, mewarnai jalan menuju gerbang pernikahan ini. mudah-mudahan tulisan ini dapat menginspirasi. begitu banyak pertanyaan yang dulunya masih menjadi misteri dan juga teka-teki. kini sudah bisa dipelajari untuk semua insan yang ingin menyempurnakan sebagian dari Dhin yang dirahmati. inshaAllah...

Muxafir Kelana & Muxlimah Cahaya

semua berawal dari sini, di kecamatan Pare Kabupaten Kediri. tempat dimana kami menjalani kursus bahasa Inggris di Basic English Course atau biasa orang menyebutnya dengan singkatan BEC. Program di BEC dibagi menjadi beberapa tahapan. Pre-BEC (1 bulan), BTC (1 bulan), CTC (2 bulan), TC (3 bulan), dan MS (3 bulan). Namun aku hanya berangkat dari BTC, CTC dan TC. itu pun ketika TC, aku tidak belajar secara full karena harus menyelesaikan sidang skripsi dan wisuda. sedangkan muxlimah cahaya, dia mengambil kursus mulai dari Pre-BEC sampai MS.
aku masih ingat betul ketika mulai masuk pendaftaran. ada seseorang yang aku kagumi ketika pertama kali secara tidak sengaja melihatnya. seorang wanita dengan pesona jilbab lebar terbalut indah di wajahnya, yang ketika itu diantar oleh keluarganya untuk mendaftar. meskipun aku pun tak tahu siapa dia, tapi pandangan takjub mengarah kepadanya. Karena tempat pendaftaran untuk laki-laki dan perempuan di pisah, maka sekilas saja aku melihatnya dan setelah itu berlalu begitu saja.

Di BEC, selesai daftar tidak langsung masuk kelas. tetapi harus menunggu selama satu bulan, baru kemudian kelas dimulai. pembagian kelas pun bergantung pada kuota. sehingga kejadian-kejadian awal pendafataran tak masuk kedalam fikiran.
namun tak disangka, ketika kelas di mulai, subhanallah.., ternyata seseorang yang aku sempat kagum sebelumnya, berada dalam satu kelas denganku. dan tidak hanya itu, dalam pembagian kelompok kecil yang di kelola oleh MS (materi awal, playing cards), aku dan dia pun tergabung dalam satu grup.
aku hujamkan kembali niatan awal masuk BEC, aku ingat-ingat kembali tulisan besar dari Gontor kala itu, dan dengan sedikit modifikasi, kalimat inilah yang senantiasa meluruskan niatku; "Di BEC, apa yang kau cari"

Ketika itu aku mengenalnya sebagai pribadi yang mempesona. Senyumannya indah bak mawar merekah. Semua orang terpana melihatnya. Dan semua orang mengamini akan keelokannya yang menawan. Sekian lama aku mencintainya dalam diam. Hingga pada akhirnya perasaanku tercurahkan melalui tulisan. Dan hasrat hatiku tersampaikan. Aku masih ingat, ketika itu bulan maret 2012. Aku masih manjalani training dari perusahaan di provinsi Riau. Lama traininigku adalah enam bulan. Dan satu tahun setelah training baru di ijinkan pulang. Tetapi hasrat didalam hati, tak mampu ku membendungnya. Hingga akhirnya aku melamarnya, melalui selembar tulisan yang kukirimkan melalui surat elektronik. Berikut adalah petikannya...
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh
Saya berlindung kepada Allah dari berbagai macam tipu daya syetan yang senantiasa merusak niatan suci…
Asyhaduanlaa ilaaha illallah, wa asyhaduanna muhammadan rosulullah..
Kepada calon Ibu dari anak-anakku dan calon anak dari ibuku. Maaf apabila lancang menulis surat yang mungkin akan menyita sebagian besar energy dan perhatian anda. Namun, ini adalah salah satu jalan ikhtiar saya untuk menjemput sebuah takdir yang telah digariskan sebelumnya. Maka, saya mohon bacalah sampi akhir, sampai selesai. Setelah itu adalah hak anda untuk menghapus atau bahkan membakar isi surat ini. Iqro’, bacalah..
Saya adalah orang yang mengharapkan anda untuk menjadi orang yang menemani setiap langkah perjuangan saya dalam hidup. Menua bersama, menyelesaikan berbagai macam persoalan hidup bersama dan mendidik anak-anak bersama. Meskipun saya tidak tahu apakah anda adalah jodoh saya.
Tidak ada yang bisa saya janjikan buat anda. Sekarang saya masih harus menyelesaikan pendidikan dari perusahaan hingga 11 juli 2012. Dan hanya mendapatkan uang saku sebesar 1,25 juta. Dan nanti ketika pasca pendidikan selesai, insyaAllah gaji pokok saya adalah 3 juta. Saya pun tidak tahu apakah saya akan terus bekerja di perusahaan ini. karena sejatinya, Allah lah yang memberikan perkejaan untuk saya. Namun insyaAllah, saya tidak akan membiarkan istri dan anak-anak saya kelaparan.
Rumah pun adalah fasilitas dari perusahaan. Dan saya tidak tahu apakah akan terus tinggal di rumah yang perusahaan beri sebagai fasilitas untuk saya dan keluarga saya. Karena sejatinya, Allah lah yang memberikan saya rumah untuk tinggal. Namuan, insyAllah saya akan berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan kehujanan.
Keluarga saya adalah muslim. Tapi bukan muslim yang taat sebagimana aktivis da’wah. Secara pendidikan, orang tua saya hanya mampu baca-tulis dan selesai. Ya hanya itu saja.. namun, adalah kuwajiban saya untuk selalu menta’ati dan memuliakan mereka berdua.
Perlu anda ketahui, bahwa sekarang dan nantinya saya akan tingal di kebun. Dikebun mana, saya pun masih belum tahu. Karena perusahaan memberikan tiga alternative pilihan kebun dimana saya akan di tempatkan, Riau, sumatera selatan atau Kalimantan. Dan budaya di kebun sangatlah berbeda dengan budaya masyarakat pada umumnya.
Saya adalah orang yang masih sering melakukan kesalahan, maka saya butuh seseorang yang senantiasa mengingatkan. Saya orang yang keras, maka butuh seseorang untuk senantiasa menjadi peredam. Dan saya berharap bahwa andalah orang yang tepat untuk itu.
Silahkan anda istikharah dan mendiskusikan hal ini dengan keluarga anda. Kalau pun anda ingin membalas dalam bentuk tulisan panjang, maka silahkan balas memlalui email. Dan apabila singkat, silahkan balas melalui nomor handphone saya. Apabila ada hal yang masih ingin didiskusikan, maka silahkan hubungi saya. Saya beri anda waktu hingga maksimal 31 maret 2012 untuk kemudian memberikan jawaban atas hal ini. Apabila lewat dari batas waktu tersebut, maka ikhtiar saya terhadap anda adalah cukup.
Apapun keputusan yang anda dan keluarga anda berikan untuk saya, saya akan belajar ikhlas untuk menerimanya. Dan ukhuwah adalah hal yang paling utama untuk tetap dijaga.
Wassalamu’alaikum  warohmatuhllah,
Muxafir kelana
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya aku hanya memberikan waktu selama 2 minggu saja. Ketika tidak ada balasan berarti ikhtiar ku pun cukup sampai disitu.
suatu malam ada salah sorang temen di BEC yang sudah ku anggap sebagai adik sendiri. dialah penyampai pesan dariku. tiba-tiba malam itu dia menghubungiku. dia menanyakan perihal surat yang telah kukirimkan sebelumnya. dan kujawab saja dengan sejujurnya bahwa aku telah mengirimkn surat kepada orang yang aku ingin menikahinya.
namun ada kabar yang agak menyedihkan, dia memberitahuku bahwa orang yang telah aku kirimi surat itu ternyata sedang berproses dengan orang lain. astaghfirullah....
hatiku begitu sedih... didalam kamar mess kadang aku mengeluarkan air mata. jadi keinget Ibu, keinget rumah, keluarga dan semuanya... sambil menitikkan airmata, aku selalu memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang terbaik. dikala hujan turun, selalu terucap bai-bait do'a penuh harap.
dan orang yang sudah kuanggap sebagai adik di BEC tadi menyampaikan bahwa aku harus terus semangat, harus terus berjuang.
hampir menjelanng dua minggu... aku pasrahkan semua kepada Allah. "ya Rob terimaksih telah menemukanku dengan keindahan ciptaanMu. mudah2an Engkau memberikanku pilihan yang terbaik."
sepulang dari Sumatra Utara, perjalanan balik menuju Riau, tiba-tiba ada sms dan juga email balasan. "Alhamdulillah ya Rob.., suratku ku pun berbalas." Dan berikut adalah balasan darinya...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------


assalamu'alaikummwarohmatullah wabarokaatuh..

Bismillahirahmanirrahim…

Ana sudah baca semua apa yang antum tulis & kirim melalui email. Ana sedikitpun tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya antum akan menyatakan hal ini.
Bagi ana pribadi, tidak begitu mempermasalahkan berapa besar gaji antum sekarang ataupun nantinya, ataupun juga fasilitas yang akan antum dapatkan dari perusahaan.
Keluarga ana muslim. Tapi pun sama, bukan muslim yang taat sebagaimana para aktivis dakwah. Maaf kalau mungkin hal ini akan menyinggung antum, tapi ana harap semoga tidak. Bukan bermaksud untuk memihak golongan manapun, hanya ingin sekedar memberi informasi, keluarga besar ana muhammadiyah. Bagi orangtua hal ini mungkin tidak begitu jadi masalah tapi keluarga besar memiliki pendapat yang berbeda tentang hal ini. Dan kalau masih ingat, antum sudah pernah bertemu dengan orangtua ana, secara sekilas mungkin antum sudah tahu mereka.

Tentang tempat dimana yang nantinya akan tinggal, ana tidak sedikitpun mempermasalahkan, karena bagi ana, jika kelak ana menjadi seorang istri, merupakan suatu kewajiban untuk menemani suami kemanapun ia akan mengajak ana. Begitu pula ibu, beliau tidak sedkitpun melarang atau menghalangi jika suatu saat ana menikah dengan seorang laki-laki dan nantinya ia akan mengajak ana kemanapun ia mau, sekalipun itu di luar malang ataupun di luar jawa sekalipun.
Kebenaran hanya milik ALLAH semata, manusia itu tempatnya salah & lupa, ana pun tidak lebih baik dari antum..tidak sedikit kesalahan yang ana lakukan. Karena itupun, ana juga butuh seseorang yang mau mengingatkan dan membimbing ana.

Phlegmatis, adalah karakter yang sebagian besar ada pada ana. Maka dari itu ana butuh seseorang yang tegas yang bisa mengimbangi sifat-sifat ana.
Istikhoroh sudah & akan ana lakukan terus, insyaALLAH. Ana sudah utarakan hal ini pada orangtua, dari pendapat ibu, beliau tidak mensyaratkan atau menginginkan terlalu banyak hal, hanya mengatakan, “yang penting agamanya baik & mapan”. Sedangkan dari bapak, beliau belum bisa memutuskan apapun, karena beliau belum mengenal antum, hanya tau dari foto saja. sehingga apa yang antum inginkan pun beliau belum sepenuhnya paham.

Ana sudah musyawarah dengan orang tua. Hasil dari musyawarah selama ini, terutama bapak, beliau ingin antum sendirilah yang ke rumah untuk menemui beliau dan utarakan maksud antum. Setelah itu baru orangtua akan mempertimbangkan untuk selanjutnya memberikan keputusan apakah akan menerima atau menolak. Ana sudah utarakan hal yang antum kirim lewat email tentang keadaan dan posisi antum yang memang tidak memungkinkan untuk bisa ke malang dan bertemu langsung dengan mereka. Bukan bermaksud apa-apa, ana pun paham dengan kekhawatiran mereka karena ini  masalah yang serius. Sehingga tidak dengan mudahnya bagi mereka untuk menjawab “iya” atau “tidak”. Bapak sempat bilang, kalau keluarga besar tahu akan hal ini, maka beliau pun akan bingung menjawab pertanyaan2 yang akan dilontarkan dari sebagian keluarga besar, karena dianggap mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa mengetahui atau mengenal antum terlebih dahulu, bahkan bertemu sekaligus bicara secara langsung pun belum. Itulah alasan beliau, kenapa beiau belum bisa memutuskan apapun sampai saat ini.

Kalau antum tanya jawaban ana secara pribadi, ana menerima, insyaALLAH itu jawabannya. Tapi ana pun tidak ingin jawaban ini hanya secara sepihak, dari ana pribadi. bagi ana, kalau orang tua ana mengatakan tidak, ana pun tidak akan memaksakan kehendak ana, begitupun sebaliknya, jika mereka menjawab iya, maka ana pun insyaALLAH akan menurut apa kata mereka, dan tidak lepas untuk terus istikhoroh. Karena hanya ALLAH yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNYA.
Ana minta maaf sebesar-besarnya, kalau ada kata-kata dari jawaban ana yang kurang berkenan. Ana hanya ingin menyampaikan, hasil musyawarah ana dengan orang tua. Ana persilahkan jika ada hal yang memang yang ingin antum tanyakan.

Wassalamu’alaykum  warohmatuhllah wabarokatuh.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

continue... (in Part 2)


0 comment:

Posting Komentar